Keluarga adalah kelompok sosial yang pertama dalam kehidupan manusia, tempat ia belajar dan menyatakan diri sebagai manusia sosial dalam hubungan interaksi dengan kelompoknya.
Keluarga adalah kelompok primer, yaitu kelompok yang mempunyai interaksi sosial yang cukup intensif, cukup akrab, hubungan antara anggota satu dengan anggota yang lain cukup baik.
Kelompok ini juga sering dikenal face to face group, anggota kelompok satu sering bertemu dengan anggota kelompok yang lain, sehingga para anggota kelompok saling mengenal dengan baik. Kelompok ini juga berpengaruh dalam perkembangan dan kehidupan individu.
Pengalaman-pengalamannya dalam interaksi sosial dalam keluarganya turut menentukan pula cara-cara prilakunya terhadap orang lain dalam pergaulan sosial diluar keluarganya. Jadi, selain dari peranan umum kelompok keluarga sebagai ke rangka sosial yang pertama, tempat manusia berkembang sebagai mahluk sosial, terdapat pula peranan peranan tertentu didalam keadaan-keadaan keluarga yang dapat mempengaruhi perkembangan individu sebagai mahlik sosial.
Perkembangan sosial manusia dimulai dari masa bayinya. Bayi adalah makhluk sosial sejak awal hidupnya. Pada usia satu bulan bayi bereaksi terhadap suara dan wajah seseorang. Antara dua dan tiga bulan bayi mengembangkan senyum sosial, yaitu mereka mulai tersenyum hampir pada setiap orang. Ini adalah perkembangan yang penting karena mengundang orang dewasa untuk berinteraksi dengan bayi.
Dalam masa perkembangan selanjutnya sejumlah hal yang terjadi dalam kehidupannya, diantanya adalah sebagai berikut:
Ada proses imitasi dalam kehidupan seorang anak
Salah satu fungsi dari hal meniru ini ialah untuk memajukan interaksi sosial. Anak-anak lebih mungkin meniru suatu tindakan yang telah disetujui, misalnya makan dengan sendok, dibanding suatu tanggapan yang tidak diperhatikan misalnya memukul dua garpu secara serentak.
Punya kemampuan mempengaruhi orang lain
Anak usia dua tahun mulai mengarahkan perilaku orang lain.Tujuannya bukan untuk mendapatkan benda tertentu, tetapi untuk mempengaruhi orang dewasa. Anak tidak akan memberi perintah jika mereka tidak berharap orang tua mematuhi mereka. Di sini kita bisa melihat bahwa seorang anak mempunyai kesadaran tentang kemampuannya dalam mempengaruhi orang lain.
Punya empati
Yang dimaksudkan di sini ialah kemampuan untuk menghargai persepsi dan perasaan orang lain. Hal ini ditunjukkan dengan sikap anak jika mereka melihat orang lain terluka atau tertekan.
Read more: http://www.teksdrama.com/2013/04/kumpulan-artikel-pendidikan-dan-sosial.html#ixzz3tdeexCpK
0 komentar:
Posting Komentar